KONVERGENSI DAN DIVERGENSI PENANGANAN KESEHATAN MASYARAKAT TERKAIT KEGAWATDARURATAN AKIBAT BENCANA
Konvergensi Dan Divergensi Penanganan Kesehatan Masyarakat Terkait Kegawatdaruratan Akibat Bencana
DOI:
https://doi.org/10.52674/jkikt.v8i1.327Kata Kunci:
Konvergensi, Kegawatdaruratan Bencana, Sistem Informasi, Sistem Informasi KesehatanAbstrak
Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah rawan bencana khususnya bajir. Terjadi peningkatan jumlah bencana banjir dan korban yang terdampak. Kejadian ini menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Dinas Kesehatan, khususnya di Kota Banjarmasin telah merespon amanat Kementerian Kesehatan dalam kegawatdaruratan bencana. Namun penanganan kegawatdaruratan di lapangan masih terkendala pada sistem informasi. Penelitian ini terbatas pada Kota Banjarmasin, namun dapat menggambarkan Provinsi Kalimantan Selatan karena mekanismenya sama. Dengan mengacu pada konsep konvergensi dan divergensi, penelitian ini dilakukan dengan cara fenomenologi interpretatif. Dianalisis dengan prinsip IPA, dibantu software NVIVO untuk memudahkan visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan, secara konvergensi struktural, klaster kesehatan Banjarmasin menerapkan mekanisme top-down yang masih dipertahankan. Dalam konvergensi operasional, walaupun Dinas Kesehatan memiliki sistem informasi SKDR, proses masih syarat dengan sistem manual. Operasional hanya mengandalkan Whatsapp grup dan pelaporan data-data korban bencana dan pasien masih bersifat manual. Sehingga menyebabkan divergensi di lapangan yang syarat dengan kesalahan data dan kesalahan personel. Diharapkan ke depan sudah ada sistem informasi terintegrasi satu pintu yang dapat dimanfaatkan klaster kesehatan baik secara khusus maupun secara umum Indonesia







